Wadidaw.!! Langgar Aturan, Mobil Bermuatan Batu Bara Melintas di Siang Bolong

JURNALELITE.CO.ID,JAMBI – Beberapa waktu lalu Polisi Daerah Provinsi Jambi melalui Ditlantas telah memberikan himbauan terkait tata cara pengangkutan Batu Bara yang melintas jalan umum di Provinsi Jambi.

 

Pelanggaran terhadap tata cara pengangkutan batu bara dilakukan penindakan dengan tilang sesuai UU 22 Tahun 2009 tentang lalulintas angkutan jalan.

 

Dalam himbauan tersebut tertulis dengan jelas, pertama : Waktu Opersional, disebutkan Dapat beroperasi dijalan umum dari Pukul 18 : 00 Wib – 06 :00 Wib ( Malam Hari ).

 

Kedua : Daya Angkut, Truck PS, Colt Disel dengan daya angkut dan kelas jalan sesuai Buku Izin Kendaraan (KIR).

 

Ketiga : Rute, Tidak melewati Jalan perkotaan.

 

Keempat : Tidak Konvoi, Tidak beriringan dengan angkutan Batu Bara lainnya saat dijalan umum.

 

Kelima : Parkir/Berhenti, Tidak Boleh Parkir/ Berhenti di badan jalan.

 

Akan tetapi masih ada oknum sopir angkutan batu bara yang masih nekad melintasi jalan perkotaan Muara Bulian.

 

Pantauan media Jurnalellite.co.id dilapangan, mobil truck warna kuning, dengan Nomor Polisi BA 8491 GB bermuatan batu bara, kurang lebih Jam 13 : 20 Wib, pada senin (18/10/2021) melintasi jalan Gajah Mada, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi.

 

Warga muara Bulian sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi dalam beberapa hari ini kecelakaan akibat mobil angkutan batu bara kerap terjadi.

 

” Tolong Instansi terkait yang melangggar aturan ditindak tegas agar ada efek jera,” Pinta warga.

 

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Batanghari, melalui sambungan telepon mengatakan, pihaknya telah berupaya melakukan penindakan dilapangan sesuai aturan yang berlaku.

 

” Kita terus berupaya, dalam satu pekan ini saja sudah ada 157 kendaraan batu bara yang kita tilang, karena melanggar jam operasional,” Kata AKP Debora Siregar. Senin (18/10/2021).

 

” Itu oknum sopir yang nakal tidak taati aturan, sopir yang melanggar akan kita tindak tegas.” Demikian Debora.

%d blogger menyukai ini: