Ujung Tombak

Musri Nauli

JURNALELITE.CO.ID,JAMBI – Entah apa yang sesungguhnya terjadi. Kedatangan Al Haris kedua kali ke RSUD Raden Mattaher Jambi kemudian memantik polemik.

Sebelumnya, beberapa hari setelah dilantik sebagai Gubernur Jambi, Al Haris mendatangi RSUD Raden Mattaher dan RS Pertamina.

Kedatangannya sekaligus mengecek kesiapan rumah sakit sebagai Rujukan terhadap korban pandemik covid 19.

Dilanjutkan dengan berbagai pertemuan dan koordinasi untuk mengatasi pandemi covid 19.

Bahkan seminggu kemudian diharapkan RSUD Raden Mattaher Jambi dapat mengoperasikan Gedung VVIP RSUD Raden Mattaher.

Namun ketika waktu ditentukan, Al Haris tampak berang. Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi justru menyebutkan gedung baru dioperasikan minggu depan. Tentu saja dengan alasan ketidaksiapan operasioanl.

Namun alasan yang diberikan justru tidak menghalangi perintah Al Haris agar RSUD Raden Mattaher Jambi dapat dioperasinalkan.

Dengan tegas Al haris memerintahkan. “Jangan minggu depan, kan janjinya minggu ini”.

Bahkan Al haris kembali menegaskan “jika gedung itu tidak segera dioperasikan, maka ia akan mengevaluasi jabatan Dirut RSUD Raden Mattaher tersebut.

Melihat peristiwa yang terjadi, sesungguh kekhawatiran publik kemudian terjawab. Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi justru mengabaikan perintah Al Haris yang ingin memacu Seluruh perangkat di Pemerintah Provinsi Jambi agar berkejaran dengan waktu untuk menangani pandemik covid 19.

Sebagai perhatian utama dan menjadi tagline program Jambi Mantap, visi-misi Al Haris-Sani yang memprioritaskan pandemik covid 19 harus didukung oleh seluruh stake holder. Terutama perangkat institusi Pemerintah Provinsi Jambi.

RSUD Raden Mattaher justru menjadi “pintu” terhadap penanganan korban covid 19.

Bersama-sama dengan Dinas Kesehatan, keduanya justru menjadi “ujung tombak”.

Namun berkebalikan dengan semangat berkejaran waktu Al Haris untuk menangani korban pandemik covid 19, RSUD Raden Mattaher dan Dinas Kesehatan justru menganggarkan pembelian mobil mewah.

Ditengah-tengah megap-megapnya Rakyat Jambi dan kekalutan ekonomi akibat pandemik covid 19.

Sehingga murkanya Al Haris dengan mengatakan “akan mengevaluasi jabatan Dirut RSUD Raden Mattaher tersebut” adalah puncak kemarahan terhadap kinerja dua institusi ujung tombak Pemerintah Provinsi Jambi.

Disaat ini yang dibutuhkan adalah perangkat pemerintah yang mau kerja maraton. Mengejar ketertinggalan. Sekaligus mengikuti langkah lincah Al Haris untuk mempercepat ketertinggalan. Setelah terjebak dengan waktu yang panjang paska Pilkada, sidang di MK, PSU dan pelantikan.

Hanya pejabat yang diberi amanah yang mampu mengembankan tugas.

%d blogger menyukai ini: