BLUE dan Smart Cart Berteknologi NFC Bikin Pemalsu Buku KIR di Jambi Gigit Jari

JURNALELITE.CO.ID,JMABI – Kepala dinas perhubungan kota jambi, Saleh Ridho mengatakan program inovasi blue card (kartu bukti lulus uji elektronik) bagi kendaraan angkutan ini merupakan yang pertama di provinsi jambi.

 

Pasalnya progam yang di launching oleh wakil walikota jambi, Dr. dr. Maulana pada 8 Oktober 2020 lalu ini, guna memberikan pelayanan terbaik dan efisien kepada masyarakat kota Jambi.

 

Program ini hadir berdasarkan Pm 133 tahun 2015 tentang pengujian kendaraan bermotor, surat edaran direktur jendral perhubungan darat nomor SE.1/AJ.502/DRJD/2019 tentang perubahan bukti lulus uji kendaraan bermotor berupa buku uji, tanda uji, dan tanda samping kendaraan bermotor.

 

” Blue menggantikan bukti lulus uji KIR yang dulunya berbentuk buku, blue terdiri dari dua sertifikat tanda uji lulus, dua sertifikat hologram dengan QR code, yang di tempel pada kaca depan kendaraan dan satu smart card dengan tekhnologi NFC,” Sebut Kadishub kota Jambi yang kerap disapa bang Ridho, Selasa, (23/2).

 

Di jelaskan Ridho, Bahwa Data seperti identitas kendaraan, foto fisik kendaraan dari empat sisi, hingga data Hasil pengujian berkala di simpan dalam format digital.

 

Dan data-data tersebut dapat di akses dengan memindai QR Code pada stiker hologram atau bisa di akses dengan menempelkan smart card yang sudah memiliki fitur NFC.

 

” Digitalisasi data hasil uji KIR ini di harapkan dapat meminimalisir praktik pemalsuan identitas kendaraan maupun hasil uji berkala yang kerap di lakukan pada kendaraan angkutan,” Terangnya.

 

Selain itu BLUE yang menjadi unggulan dishub kota jambi yang juga satu-satunya di provinsi Jambi ini, menurut Kadishub Kota Jambi, selain mempermudah pengawasan dan menghindari pemalsuan, program ini juga Dapat mempersempit ruang gerak kendaraan ODOL di Jambi.

 

” Dengan demikian kendaraan-kendaraan angkutan yang over dimensi dan over loading (ODOL, red) akan semakin terbatas ruang geraknya.” Pungkas Kadishub kota jambi.

%d blogger menyukai ini: