Sosok Pencetus Arah Baru Batanghari Muhammad Fadhil Arief SE dan H Bakhtiar SP

JURNALELITE.CO.ID,BATANGHARI – Tak lama lagi masyarakat Batanghari akan mengikuti pesta demokrasi pada 9 desember 2020, dari ketiga pasangan calon tersebut, salah satunya yakni, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief SE dan H Bakhtiar SP. Kedua putra asli Batanghari ini mendapatkan nomor urut tiga.

 

Saat dijumpai awak media, kedua pria ini memaparkan sedikit profil perjalanan karir mereka. Keduanya merupakan mantan ASN yang sudah banyak berkecimpung di Kabupaten Batanghari, dan berniat membangun Kabupaten Batanghari dengan jargon ‘perubahan’ untuk mewujudkan arah baru Batanghari Tangguh 2021-2024.

 

Muhammad Fadhil Arief (MFA) sendiri lahir pada 1 Juni 1975, meniti karir awal di birokrasi sebagai Kepala Seksi Pemerintahan dan Umum pada tahun 2005 di Kantor Lurah Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari. Beberapa tahun berjalan, karir Fadhil terus bergerak naik, dengan prestasi yang kerap ia raih, ia pun pernah mengisi posisi sebagai Sekcam Maro Sebo Ilir, plt Camat Maro Sebo Ilir, Camat Maro Sebo Ilir, Sekretaris Dinas Perkebunan Batanghari, Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Plt Sekda Batanghari, Kepala Dinas PMD Batanghari. Terakhir ia diangkat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2018.

 

Selama berkarir di birokrasi pemerintahan, tak sedikit penghargaan yang diraih MFA, mulai dari kecamatan terbaik, kecamatan over target penerimaan PBB, hingga tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2015.

 

Karena terpanggil untuk membangun Kabupaten Batanghari, pria yang akrab disapa Bang Fadhil ini pun mengundurkan diri sebagai ASN dan ikut dalam kontestasi pilkada Batanghari 2020.

 

“Pilkada bukan hanya soal meriahnya kampanye, Pilkada juga bukan merupakan sarana untuk hebat-hebatan pasangan calon. Tapi, Pilkada adalah upaya kita bersama menjadikan Batanghari menjadi daerah yang maju dan masyarakatnya menjadi lebih sejahtera,” ucap Muhammad Fadhil Arief.

 

“Kami Fadhil-Bakhtiar memiliki komitmen yang tinggi untuk menjadikan Pilkada ini sebagai sarana menuju arah mewujudkan peningkatan kesejahteraan Masyarakat, tambahnya.

 

Sementara itu, H Bakhtiar SP yang menjadi pendamping Bang Fadhil di posisi wakil juga mempunyai karir yang patut diacungi jempol.

 

Pria kelahiran Mersam pada 13 Oktober 1961 ini meniti karir awal di birokrasi sebagai sebagai Kasubag Perencanaan di Dinas Pertanian Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2002. Ditahun 2008, pria yang akrab disapa Muk Tiar ini mengisi posisi sebagai Kepala Bagian Perelengkapan di Sekretariat Daerah Kabupaten Batanghari, Sekretaris DPPKAD Batanghari, Kepala DPPKAD Batanghari, Kepala Dinas Perkebunan Batanghari, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batanghari, dan terakhir sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Batanghari.

 

Selama barkarir, tak sedikit penghargaan yang ia raih, mulai penghargaan dari departemen pertanian hingga dari Gubernur Provinsi Jambi. Sama seperti bang Fadhil, menjelang pensiun dini, posisi akhir Muk Tiar pun sebagai Sekertaris Daerah Kabupaten Batanghari. Karena terpanggil untuk membangun kabupaten tercintanya, ia pun turut serta dalam kontestasi pilkada Batanghari 2020 untuk mendampingi Muhammad Fadhil Arief SE.

 

Saat dibincangi awak media, pria yang akrab disapa Muk Tiar ini membeberkan beberapa alasan bahwa mereka akan terus klop kedepannya. Pertama, ia sangat memahami bagaimana karakter dari sosok MFA.

 

“Saya mengetahui betul bagaimana olah pikir dan olah kerja pak Fadhil, saya juga memahami keinginan dan harapan dia untuk mengabdi dan membangun Kabupaten Batanghari. Dalam hal ini, kita akan saling mengisi, bahu membahu dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Batanghari,” ujarnya.

 

Selain itu, MFA sendiri merupakan sosok yang muda dan masih energik, dan Bakhtiar sendiri merupakan sosok senior yang sudah pengalaman. Keduanya pun sudah pernah berada di posisi strategis dalam birokrasi pemerintahan. Tentunya ini menjadi salah satu pelengkap dari kecocokan kedua pasangan tersebut.

 

Bakhtiar juga mengatakan, hal yang unik dalam hubungan mereka yakni, ketika mereka masih di birokrasi Pemkab Batanghari, MFA pernah menjadi bawahan dirinya. Begitu juga sebaliknya, Bakhtiar sendiri juga pernah menjadi bawahan MFA dalam birokrat.

 

“Ketika sebagai perpanjangan tangan dari kepala daerah, kami sama-sama pernah berada di posisi sebagai perencana dan pelaksana di dalam pembangunan di Kabupaten Batanghari,” bebernya.

 

Putra Batanghari ini mengharapkan, proses sinkronisasi dan koordinasi dalam pembangunan masyarakat dan fisik di Kabupaten Batanghari, juga memerlukan figur pemimpin. Dan Bakhtiar memilih sebagai posisi wakil, dapat membantu MFA dalam menggiring proses pembangunan tersebut. Sehingga tidak ada lagi gejolak dan perbedaan pendapat di antara mereka.

 

“Kami harus saling mengisi dan tetap menjalin keharmonisan. Karena tujuan awal kita yakni untuk memajukan dan membangun Kabupaten Batanghari. Sehingga akan tercipta daerah yang harmonis dan agamis,” pungkasnya.

%d blogger menyukai ini: