BNNK Batanghari Gelar Asistensi Penguatan Dalam Rangka Pembentukan Relawan Narkoba di Instansi Pemerintah

JURNALELITE.CO.ID, BATANGHARI – Dalam menyambut New Normal, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batanghari kembali menggelar acara Asistensi penguatan dalam rangka pembentukan relawan Narkoba di instansi Pemerintah Kabupaten Batanghari, Jambi.

 

Acara digelar selama dua hari mulai Rabu tanggal 10 hingga kamis 11 juni 2020 dan dihadiri perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kabupaten Batanghari.

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Batanghari AKBP M. Zuhairi ST dan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari dr. Elfie Yenie MARS serta Bahren Nurdin MA dari Akademis UIN STS Jambi sekaligus Direktur Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (PUSAKADEMIA).

 

Dalam sambutanya Kepala BNNK Batanghari mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk menghambat penyebaran Narkoba di Kabupaten Batanghari dan sekaligus pembentukan Relawan Narkoba di Instansi Pemerintahan setempat.

 

” Dengan adanya New Normal ini kita akan kembali melakukan sosialisasi seperti biasa dan tetap mentaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan Gugus Tugas Covid-19 Daerah,” Ujar Mantan Wakapolres Tanjung Jabung Timur.

 

Untuk wilayah Provinsi Jambi sendiri, Peredaaran Narkoba ditahun 2020 sudah pengalami penurunan dibandingkan tahun – tahun sebelumnya.

 

” Untuk Provinsi Jambi saat ini tercatat memasuki Peringkat ke-26 pengedaran Narkoba, artinya jauh sudah mengalami penurunan dibanding tahun 2017 lalu Provinsi Jambi peringkat ke-4 Nasional,” Jelas Zuhairi.

 

Sementara itu, selaku Narasumber sekaligus Akademis UIN STS Jambi dan juga Direktur Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan, Bahren Nurdin MA, usai mengisi materi dalam acara tersebut, dirinya sangat mendukung kegiatan BNNK Batanghari.

 

” Narkoba sudah menjadi musuh kita bersama, jadi masyarakat harus terlibat aktiv juga termasuk Instansi Pemerintah, maka kegiatan ini sangat baik untuk mendorong kebijakan – kebijakan pencegahan narkoba,” Ucapnya.

 

Dan nantinya seluruh instansi pemerintah maupun swasta harus mau mengalokasikan anggaran untuk sosialisasi Narkoba sesuai Inpres tahun 2020.

 

” Kepala Daerah harus serius menjaga generasi muda dari serangan Narkoba.” Tutup Bahren.

Editor : Rudi Siswanto

%d blogger menyukai ini: