Limbah Perusahaan Batu Bara Diduga Cemari Lingkungan dan Pemukiman Warga Desa Jangga

JURNALELITE.CO.ID.BATANGHARI – Terkait melimpahnya limbah PT Inti Bara Nusa (IBN) yang merupakan induk perusahaan Berkat Bara Persada (BBP) yang beroperasi di wilayah Desa Jangga, Kecamatan Bathin XXIV beberapa pekan lalu pihak perusahaan pun angkat bicara.

 

Saat dibincangi awak media (Tim Red) , pihak perusahaan IBN pun berupaya agar kesalahan tersebut jangan dibesar-besarkan oleh awak media. Karena ini menyangkut investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Batanghari.

 

” Iya Awak media memang mempunyai hak untuk melakukan kontrol sosial, namun kita harapkan permasalahan ini jangan di besar-besarkan, karena ini terkait kepentingan bersama” ujar Rizki selaku KTT PT IBN.

 

Melalui humas PT BBP, Ibnu mengatakan, pihak perusahaan pun mengakui bahwa memang ada kelalaian dalam penanganan limbah batu bara yang mengaliri hingga ke sungai Aur tersebut.

 

” Pihak HSE perusahaan pun mengakui bahwa memang ada kesalahan dalam pengolahan limbah, saya berani bilang seperti ini karena memang diakui oleh Pak Elisa selaku kepala bidang HSE,” ujar Ibnu, Rabu (06/05) saat dijumpai di Desa Jangga.

 

Diberitakan sebelumnya, salah satu warga berinisial HP mengatakan, kejadian tercemarnya aliran sungai ini tidak hanya satu kali, beberapa waktu lalu juga pernah terjadi. Sehingga menyebabkan keruhnya air aliran Sungai Aur yang masih di gunakan oleh masyarakat desa.

 

“Air sungai itu masih tetap dipakai untuk keperluan warga desa, namun karena penampungan limbah batu bara kerap melimpah, sehingga mengalir ke sungai ini,” kata dia, Minggu (03/05/2020).

 

Dikatakannya, dengan tercemarnya aliran sungai tersebut, tentunya membuat warga desa menjadi resah, Sebab masyarakat desa masih memerlukan air tersebut untuk keperluan sehari-hari.

 

“Ibu-ibu di Desa Jangga juga kerap mengeluhkan kejadian ini ke perangkat desa, seolah-olah perangkat desa di tuduh tutup mata dengan adanya pencemaran ini,” ucap HP yang juga merupakan anggota perangkat Desa Jangga.

 

Jika, permasalahan limbah ini tidak segera diatasi oleh pihak perusahaan, maka masyarakat Desa Jangga akan melaporkan kejadian ini ke Dinas Lingkungan Hidup dan DPMPTSP Kabupaten Batanghari.

 

Hingga berita ini dipublikasikan Dinas terkait belum kami konfirmasi tentang limbah yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan tersebut, dan telah mencemari lingkungan serta warga sekitar.(Tim)

Editor : Rudi Siswanto

%d blogger menyukai ini: