Bupati Minta Tindak Tegas Penyebar Hoax Covid-19, Lima Orang Yang Diduga Penyebar Hoax Belum Tersentuh Hukum

JURNALELITE.CO.ID,BATANGHARI – Bupati Batanghari Ir. Syahirsah SY, dengan tegas mengatakan, bagi siapa saja yang menyebarkan berita hoax tentang Virus Covid-19 akan mengambil tindakan kepada siapa saja yang melakukan hal tersebut.

 

Hal itu dikatakan Bupati Batanghari usai menggelar Rapat Koordinasi terkait penanganan Virus Covid-19 yang dihadiri langsung oleh Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto SIK,SH dan para tamu undangan lainya, selasa (06/04/2020).

 

” Masyarakat jangan mudah percaya dengan isu yang tidak jelas, sebab data yang resmi itu langsung di kantor sekretariat Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Batanghari,” Kata Syahirsah.

 

” Dan jika terdapat penyebaran isu hoax, siapapun tanpa terkecuali maka kami minta kepada pihak kepolisian untuk mengambil tindakan tegas, karena berita hoax itu sudah membuat warga ketakutan,” Tegas Bupati.

 

Diwaktu yang bersamaan Kapolres Batanghari AKBP Dwi Mulyanto, SIK, SH dihadapan para awak media mengatakan, masyarakat diminta jangan mudah percaya dengan isu – isu hoax yang tersebar di media sosial baikpun pesan berantai.

 

” Harus diketahui berdasarkan data yang dikeluarkan oleh gugus tugas dan sejauh ini untuk penegakan hukum terkait hoak Covid-19 masil nol kasus,” Katanya singkat.

 

Beberapa hari lalu beredar isu beredar di Grup WhatsApp dan medsos, bahwa salah satu warga Batanghari yang baru pulang dari Bogor tidak mau di rawat oleh pihak Rumah Sakit, padahal dari hasil pemeriksaan medis ( Rontgen, red), paru – paru sudah berwarna putih.

 

Pada 02 April lalu kepala Dinkes Batanghari Dr. Elfie Yennie MARS mengatakan, bahwa kabar tersebut Hoax dan orang tersebut hanya berstatus ODP yang belum tentu positif Covid-19.

 

” Kemarin pada tanggal 01 april kami dari dinkes sudah memediasikan dan memfasilitasi tempat dan pihak kami dinas sudah memberikan sanksi kepada mereka, dan jika korban ingin membawa ke jalur hukum kita serahkan saja kepada mereka,” Katanya.

 

Warga yang diduga telah melakukan penyebaran isu hoax yakni, NAE, KAD, ML, EN dan RZ. Salah satu dari lima orang tersebut adalah ASN aktiv yang berkerja sebagai Bidan senior Puskesmas Muara Tembesi, tiga orang tenaga Medis TKS dan yang satunya lagi berkerja di salah satu kantor Bank.(TIM)

%d blogger menyukai ini: