Lapas Kelas II.B Muara Bungo Asimilasi 47 Narapidana

JURNALELITE.CO.ID, BUNGO – Puluhan Narapidana (Napi) Lapas Kelas IIB Kabupaten Bungo membebaskan 47 Nara pidana berdasarkan Peraturan Mentri Hukum dan HAM RI No.10 tahun 2020 Tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integritas bagi nara pidana dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus Corona (Covid-19).

 

Tangis haru Narapidana terdengar riuh saat resmi dibebaskan dan secara serentak mereka melakukan sujud syukur di lapangan Lapas Kelas II B, Muara Bungo pada senin (06/04/2020).

Informasi yang diperoleh pada hari Kamis (02/04/2020) di tahap I sebanyak 11 orang narapidana, di tahap II pada hari jumat 3 april 2020 sebanyak 21 orang, di tahap III sabtu 6 april 2020 sebanyak 6 orang tahap 4 sebanyak 9 orang Senin 7 April 2020 dengan total 47 narapidana dengan rincian 45 laki laki dan 2 orang perempuan. Target pembebasan hingga 90 orang Napi sampai desember 2020.

 

Kalapas Bungo, Ridha Ansari mengatakan, hari ini kita melakukan asimilasi atau dirumahkan kepada narapidana di Lapas Klas II B Muara Bungo dan telah mengeluarkan 47 orang narapidana Warga binaan, untuk mengikuti program Asimilasi rumah, bukan pembebasan.

 

” kita telah mengeluarkan 47 Orang warga binaan di asimilasikan atau di rumahkan , sesuai dengan Kemenkumham no.M.HH-19.PK.01.04.04 tahun 2020 tentang wabah corona ini. Maka kebijakan Kementrian Hukum dan HAM untuk asilimasikan atau dirumahkan bersyarat CB kepada warga binaan,” ujarnya.

 

Ridha bilang, Yang tidak bisa dalam aturan ini adalah yang tidak termasuk PP 99 Narkotika, ini hari yang kedua kita bebaskan. Yang pertama kita bebaskan 11 Napi dan Hari kedua 21 Napi, dan hari ketiga 6 orang napi dan ke empat 9 orang nanti selanjutnya akan kita targetkan sebanyak 90 Napi yang kita kasih Program Asimilasi ini,” tambahnya.

 

“Kita mengasimilasikan mereka di rumah untuk jangan bekeliaran diluar rumah, namun mereka harus wajib lapor setelah nanti 2/3 mereka akan kembali lagi untuk mengambil surat pembebasan bersyarat,” tutupnya. (cnt).

Editor Rudi Siswanto

%d blogger menyukai ini: